Penambang Tertimbun di Kobar Kalteng, Ibunda Yuda dan Reza Terus Menangis
Paman korban Obing (53) tidak menyangka Yuda dan Reza menjadi korban longsor pertambangan emas di Kobar, Kalteng. "Yuda sudah sekitar dua bulan berada di pertambangan dan Reza baru sekitar dua minggu berangkat bekerja juga. Disusul Uus (ayah kedua korban) berangkat sepekan lalu," kata Obing.
Mereka, baik Yuda maupun Reza, ujar Obing, telah tiga kali berangkat ke Kalimantan untuk bekerja di pertambangan emas. Keberangkatan kali ini merupakan yang ketiga. "Sebelumnya mereka tidak pernah mendapatkan musibah. Baru kali ini aja terjadi musibah, selama satu tahun lebih bekerja di pertambangan," ujar Obing.
Obing menuturkan, keluarga baru mendapatkan kabar pasti bahwa Yuda dan Reza menjadi korban yang tertimbun di dalam lubang tambang. Namun hingga saat ini belum ada informasi lagi dari Kalimantan Tengah terkait kondisi kedua keponakannya tersebut. "Teman korban hingga saat ini belum bisa dihubungi lagi," tutur Obing.
Diberitakan sebelumnya, tambang emas ilegal di Sungai Seribu, RT 6, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng longsor. Akibat kejadian itu, 10 orang lebih penambang emas tertimbun. Hingga, Kamis (19/11/2020) sore. Ke-10 penambang emas liar itu merupakan warga Tasikmalaya, Jawa Barat.
Diperoleh informasi, peristiwa nahas itu terjadi, Rabu 18 November 2020 sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, rekan korban baru bias melaporkan kejadian itu ke aparat desa setempat, Kamis sore.