Pemkab Cianjur Akui Belum Maksimal Sekat Pemudik Lebih Awal
CIANJUR, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengakui penyekatan pemudik di daerah perbatasan belum maksimal. Hal tersebut lantaran larangan mudik terbaru terkesan mendadak dan diperkirakan sudah banyak pemudik yang lolos sampai ke kampung halaman masing-masing.
"Kami lebih meningkatkan operasi yustisi secara acak di berbagai perbatasan di Cianjur, karena masih minimnya persiapan akibat larangan terbaru mudik yang berlaku secara mendadak, sehingga sudah banyak pemudik yang diperkirakan lolos," kata Bupati Cianjur Herman Suherman, Sabtu (24/4/2021).
Dia menjelaskan, pemerintah daerah belum siap melakukan penyekatan di perbatasan untuk mencegah pemudik yang pulang lebih awal, karena larangan mudik terbaru dinilai terlalu mendadak tanggal 22 April. Sementara Forkopimda Cianjur baru menyiapkan prosedur penjagaan dan penyekatan di perbatasan pada 6 Mei 2021.
Herman mengakui sejak 22 April, di delapan titik perbatasan Cianjur belum ada penjagaan petugas gabungan, karena baru akan dilakukan setelah hasil rapat koordinasi dengan forkopimda digelar (Senin, 26/4/2021). "Untuk sekarang belum ada penjagaan, hanya operasi dan razia yustisi," katanya lagi.
Ketidaksiapan pemerintah daerah, kemungkinan akan membuat banyak calon pemudik yang memanfaatkan situasi dengan mudik lebih awal. "Pastinya banyak yang mudik sekarang ini, memanfaatkan ketidaksiapan di daerah, karena memang perubahannya sangat mendadak," katanya pula.