Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 30 Mei 2026, Cek Lokasi dan Persyaratan
Advertisement . Scroll to see content

Pembongkaran Rumah di Sempadan Sungai Cikapundung Bandung Bermasalah, PDIP Minta Ditunda

Selasa, 23 November 2021 - 10:30:00 WIB
Pembongkaran Rumah di Sempadan Sungai Cikapundung Bandung Bermasalah, PDIP Minta Ditunda
Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono berdialog dengan warga Jalan Binong Jati RW 4 dan RW 6, Kota Bandung. (Foto: ISTIMEWA)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id -Pembongkaran rumah di sempadan Sungai Cikapundung Kolot, Jalan Binong Jati RW 4 dan RW 6, Kota Bandung yang dilaksanakan Pemkot Bandung, BBWS Citarum, dan Satgas Citarum Harum menyisakan masalah. Karena itu, anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono meminta ditunda dulu.

"Saya minta pembongkaran rumah di RW 4 dan 6 Jalan Binong Jati ini ditunda dulu. Karena ada 60 rumah yang memiliki bukti-bukti kepemilikan sertifikat," kata Ono saat berkunjung dan berdialog dengan warga di sempadan Sungai Cikapundung Kolot, Jalan Binong Jati, Kota Bandung, Minggu (21/11/2021). 

Ono Surono menyatakan, warga memiliki bukti kepemilikan berupa sertifikat hak milik. Karena itu, Pemkot Bandung, terutama instansi terkait harus menelusuri dan melakukan verifikasi serta validasi, sehingga pembongkaran harus ditunda.

Pemkot Bandung harus memberikan uang kerahiman atau ganti untung jika pembongkaran tetap dilakukan. Merujuk kepada Perpres Nomor 15 Tahun 2018, pemerintah melalui Kementerian ATR-BPN, pemerintah harus memberikan dukungan dalam pengadaan tanah dan penataan ruang untuk penanganan dampak sosial.

"Sehingga, jika terjadi penertiban dan menimbulkan dampak sosial dan ekonomi, sudah seharusnya pemerintah memberikan uang kerahiman atau ganti untung. Bahkan memberikan tempat atau rumah baru bagi rakyat yang terdampak. Di sini, menurut informasi yang diperoleh, warga tidak mendapatkan uang sepeserpun. Padahal mereka sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di lokasi ini," ujar Ono Surono.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut