Pelaku Pembacokan di Pangandaran Depresi Akibat Terjerat Investasi Online Bodong
Selama dua hari di rumah Sukiman, pelaku Karim tidak banyak komunikasi karena hubungan adik dengan kaka ipar tersebut sudah lama renggang.
"Waktu itu Karim terlihat sedang dirundung masalah. Dia sedang bingung soal ekonomi dan biaya berobat istri yang mengalami sakit jiwa. Setelah dua hari menginap, Karim pergi dari rumah tanpa pamit," tutur Sukiman.
Sedangkan Sutarno adik kandung Karim mengatakan, kakaknya itu sudah menikah dengan Amirah, lebih dari 30 tahun. "Awalnya kehidupan Karim baik-baik saja. Dia menekuni profesi sebagai penjahit di Jakarta hingga Karim bisa membangun rumah di kampungnya," kata Sutarno.
Sekitar 10 tahun lalu, Karim dan Amirah tergiur investasi online yang ternyata bodong. "Jangankan cepat kaya, uang yang ada habis hingga rumah dan peralatan berharga dia jual," ujarnya.
Sejak itu, tutur Sutarno, hidup Karim berantakan dan Amirah mengalami gangguan jiwa. "Karim dan Amirah pindah ke Banyumas lalu pindah ke Padaherang hingga terakhir pindah ke Pangandaran," tutur Sutarno.
Sepertinya Karim tertekan dengan masalah ekonomi yang sulit, istri tidak sembuh, uang habis, dan akhirnya mengalami depresi. "Kami pihak keluarga merelakan tindakan tepat yang dilakukan polisi karena kalau tidak dilumpuhkan bakal berbahaya dan memakan korban lebih banyak," ucapnya.
Siang tadi, Sukiman, Sutarno, dan keluarga menjemput jenazah Karim dari rumah sakit itu. Rencananya Karim akan dimakamkan di TPU Dusun Cikuya, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.
Editor: Agus Warsudi