Pelaku Pembacokan di Pangandaran Depresi Akibat Terjerat Investasi Online Bodong
PANGANDARAN, iNews.id - Peristiwa pembacokan lima orang dan pembakaran empat rumah di Pasar Wisata Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Rabu (31/3/2021) petang, membuat gempar masyarakat. Pelaku Karim (52), tewas ditembak polisi karena mengamuk sambil menghunus golok.
Apa yang melatarbelakangi tindakan sadis Karim itu hingga tega membacok lima orang, satu di antaranya anak-anak berusia 7 tahun, dan membakar empat rumah warga? Berikut penuturan keluarga pelaku.
Sukiman, adik ipar Karim mengatakan, memohon maaf kepada seluruh keluarga korban baik lima korban pembacokan dan pemilik empat rumah yang terbakar.
"Atas nama perwakilan keluarga, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para korban dan seluruh masyarakat atas prilaku sadis saudara kami," kata Sukiman ditemui RUSD Pandega Pangandaran, Kamis (1/4/2021).
Menurut Sukiman, Karim merupakan penjahit di Pasar Wisata Pangandaran dan ber-KTP Banyumas, Jawa Tengah. Namin Karim sebenarnya berasal dari Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis.
"Beberapa hari sebelum kejadian, Karim datang dan menginap selama dua malam di rumah saya. Karim datang sendirian tanpa istrinya. Istri Karim ditinggal di Pangandaran," ujarnya.