Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Arus Balik lebaran di Lingkar Gentong Tasikmalaya Ramai Lancar di Hari Pertama Kerja
Advertisement . Scroll to see content

Pasutri di Tasikmalaya Pertontonkan Adegan Seks pada Anak-anak dan Diminta Bayar

Selasa, 18 Juni 2019 - 16:38:00 WIB
Pasutri di Tasikmalaya Pertontonkan Adegan Seks pada Anak-anak dan Diminta Bayar
Ketua KPAID Tasikmalaya menerima kedatangan Miftah Farid terkait dugaan pasutri yang mempertontonkan hubungan seks kepada anak-anak di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Selasa (18/6/2019). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)
Advertisement . Scroll to see content

TASIKMALAYA, iNews.id – Warga Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), digemparkan dengan ulah pasangan suami istri (pasutri) di daerah itu yang diduga mempertontonkan hubungan seks kepada sejumlah anak-anak. Bahkan, para pelajar SD yang akan menonton dipungut biaya Rp5.000 untuk sekali menonton adegan seks mereka.

Aksi bejat mereka ini terungkap setelah beberapa anak bercerita kepada orang tua mereka. Para orang tua yang syok kemudian melaporkan kejadian itu kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Anak-anak yang menjadi korban juga melapor kepada seorang guru mengaji di daerah itu, bernama Miftah Farid. Khawatir dengan tindakan bejat dan menyimpang pasangan suami istri itu akan terus terjadi, Miftah Farid, akhirnya melaporkan kejadian itu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Selasa siang (18/6/2019).


Miftah mengatakan, pasutri yang dilaporkan anak-anak di daerahnya dikenal masih pasangan muda. Sang suami berinisial E dan istrinya berinisial L diketahui berusia 24 tahun. Sementara anak-anak yang menjadi korban diperkirakan sudah tujuh orang. Rata-rata berusia di bawah 12 tahun. Perbuatan bejat itu mereka lakukan di rumah mereka di Kecamatan Kadipaten.

“Dari laporan murid saya, pasangan suami istri muda juga memungut bayaran dari Rp5.000 sampai Rp10.000 kepada anak-anak warga kampung untuk menonton aksi mereka melakukan hubungan seks suami istri. Sampai sekarang sudah ada kira-kira tujuh anak yang jadi korban. Semuanya masih sekolah,” kata Miftah.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut