Pariwisata Anjlok Akibat Pandemi, Produk Kreatif Jawa Barat Pun Ikut Terpuruk
BANDUNG, iNews.id -Industri kerajinanproduk kreatif Jawa Barat tercatat ikut terpuruk, sejak sejumlah destinasi pariwisata mengalami stagnasi akibat pandemi Covid-19. Selama ini, produk kerajinan sangat mengandalkan destinasi wisata sebagai media pemasaran.
"Semua sektor ikut terdampak, apalagi pelaku UMKM produk kreatif yang selama ini banyak mengandalkan outlet pariwisata atau destinasi wisata," kata Kepala Bank Indonesia perwakilan Jawa Barat Herawanto saat menghadiri virtual zoom Karya Kreatif Indonesia (KKI) 3 di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Jumat (20/11/2020).
Menurut dia, selama ini produk kreatif Jawa Barat mengamalkan pemasaran di tempat wisata. Semantara, pandemi menyebabkan mobilitas manusia berkurang, sehingga pengunjung ke tempat wisata turun. Akibatnya outlet souvenir di tempat wisata, omzet penjualannya turun.
Padahal, ujar dia, salah satu unggulan UMKM Jawa Barat adalah industri kreatif. Jawa Barat menjadi acuan produk kreatif, selain Bali dan Yogyakarta. Beberapa sumber menyebut, UMKM di Tasikmalaya dinilai paling terkena dampak, lantaran banyak produk kreatif dari sana.
"Oleh karenanya, Bank Indonesia terus mendorong agar pelaku UMKM produk kreatif tetap bisa survive, melalui wadah KKI. Mereka bisa menawarkan produk kreatifnya secara digital. Secara potensi, market digital Indonesia mencapai Rp1.700 triliun pada 2025," ujar Herawanto.