Pakaian Daerah Sunda Jawa Barat, Sarat Nilai Seni
Celana hitam yang terbuat dari bahan serta motif yang sama dipasangkan sebagai bawahan supaya senada dengan jas hitam beludru tersebut. Agar tak tampak terlalu sepi warnanya, maka di lilitkanlah kain kebat berbatik di pinggang dengan panjang sampai sekitar paha.
Ikat pinggang emas dilingkarkan untuk meyakinkan bahwa celana terpasang dengan kuat. Tak lupa dipasangkan juga Bendo di kepala suapaya rambut terlihat lebih rapi. Untuk menambah tampilan yang sempurna, sebuah arloji keemasan juga disematkan di saku jas sebelah atas.
Sedangkan para wanita bangsawan mengenakan pakaian berbahan beludru dengan warna serta motif yang sama dengan bangsawan laki-laki Sunda. Dibuat sama supaya pasangan bangsawan terlihat serasi. Kain kebat berbatik dililitkan di pinggang dengan panjang sampai ke bawah sebagai bawahan dari pakaian adat untuk wanita ini.
Selop hitam berbahan beludru juga dipakaikan di kaki wanita sebagai alas kaki. Rambutnya di model sanggul lengkap dengan segala aksesorisnya, termasuk tusuk konde. Selain itu dipasangkan juga perhiasan kalung, cincin, anting, giwang, atau gelang mewah dan indah, sehingga akan membuat orang tak ragu bahwa wanita yang sedang mengenakan setelan pakaian ini benar-benar merupakan seorang bangsawan.
4. Pakaian Pengantin

Pakaian adat Jawa Barat yang digunakan untuk pengantin banyak yang terinspirasi oleh pakaian pengantin suku Sunda. Terlebih pakaian pengantin untuk mempelai wanita Jawa Barat yang banyak mengambil inspirasi dari putri-putri dari Kerajaan Sunda zaman dulu.