Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daop 2 Mulai Jual Tiket KA Nataru, Bisa Dibeli Online di KAI Access dan KAI.ID
Advertisement . Scroll to see content

Musim Hujan Tiba, Daop 2 Bandung Waspada di 44 Titik Jalur KA Rawan Bencana

Jumat, 27 November 2020 - 07:45:00 WIB
Musim Hujan Tiba, Daop 2 Bandung Waspada di 44 Titik Jalur KA Rawan Bencana
Petugas PT KAI melakukan perawatan rel kereta api. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung waspada titik rawan ambles, longsor, dan banjir pada musim penghujan akhir tahun ini. Sebanyak 44 titik dinyatakan rawan dipantau selama 24 jam.

Beberapa daerah yang masuk kategori rawan bencana banjir diantaranya di Cicalengka dan Rancaekek. Daerah yang rawan longsor dan amblas ada di daerah pegunungan, ke arah timur seperti daerah Nagrek, Cipeundeuy hingga Tasikmalaya. Sedangkan rawan longsor ke arah barat seperti di lintas antara Purwakarta-Ciganea.

"Untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi pada musim hujan ini, PT KAI Daop 2 telah siaga 24 jam di beberapa lokasi untuk antisipasi terhadap gangguan perjalanan kereta api," kata Manager Humas PT KAI Daop 2 Noxy Citrea, Kamis (26/11/2020).

Di titik rawan dijaga oleh Petugas Daerah Rawan (PDR) dan flying gank (regu siaga). Total jumlahnya sekitar 250 petugas. Tugasnya memantau secara intensif dan menangani daerah tersebut selama 24 jam guna memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi operasional kereta api. Flying gank disigakan untuk bertindak cepat menangani gangguan di lintas.

“Kami juga telah menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) guna mempercepat penanganan jika terjadi bencana alam yg mengganggu perjalanan. Amus ditempatkan di 4 lokasi yang mudah terjangkau seperti di Stasiun Purwakarta, Padalarang, Tasikmalaya dan Banjar. Amus berupa batu balas/kricak, bantalan rel, pasir dan sebagainya yang berguna apabila ada rintang jalan yang mengganggu operasional kereta api,” ujar Noxy.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut