Momentum Ramadhan, Dedi Mulyadi: Pejabat Puasalah dari Barang Impor
Sehingga, kata Dedi, puasa bagi pejabat pengambil keputusan adalah dengan cara menahan diri untuk tidak terus menerus menggunakan produk impor. “Apalagi kalau barang tersebut ada di Indonesia dengan kualitas sama,” tutur mantan Bupati Purwakarta ini.
Kang Dedi mencontohkan, hal yang tak perlu lagi impor adalah beras karena saat ini sejumlah daerah sedang memasuki masa panen. Selain itu ada juga produk mebel dan kain yang seluruhnya diproduksi di Indonesia dengan kualitas bersaing.
Dengan membatasi atau berpuasa impor, kata Kang Dedi, produk dalam negeri akan banyak dibeli oleh masyarakat. Bahkan ke depan dengan semakin banyaknya peminat bukan tidak mungkin produsen akan terus meningkatkan kualitas produk.
“Dengan seperti itu maka regulasi produk lokal bisa berjalan, orang Indonesia bisa makan dan dapat THR. Maka puasa pejabat itu berhasil dan produk dalam negeri bisa ikut lebaran,” ucapnya.
Bagi Dedi puasa dari barang impor lebih bermakna dibanding dengan berbagi ratusan paket sedekah. Sehingga walaupun perut pejabat sedang puasa tetapi impor masih jalan terus, hal tersebut hanya bermakna bagi diri sendiri tapi tidak untuk orang lain. “Berpuasalah dari keinginan selalu impor agar produk dalam negeri bisa lebaran,” ujar Kang Dedi Mulyadi.