Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Ahli Forensik Beri Petunjuk, Polda Jabar Bilang Begini
"DNA nya udah mas Deddy, tapi tidak ada yang cocok. Kalau tidak ada yang cocok, kita cari dari DNA yang saksi-saksi itu. Ternyata dari saksi itu tidak ada yang cocok. Kami tariklah dari garis keturunan ibu, itu siapa tahu, ada yang cocok tidak. Ternyata belum dikerjakan," tutur dia.
"Terus saya bilang, saya punya jam kematian lo. Jam kematian dia (kedua korban) dibunuh, karena memang jelas dia dibunuh, karena saya otopsi (autopsi), olah TKP. Kita di TKP itu sudah ada dua DNA yang kita duga pelaku, yang asing," ucap Sumy Hastry.
Sumy Hastri mengaku, misteri yang masih menyelimuti kasus kematian ibu dan anak di Subang itu menyiksa dirinya sebagai seorang ahli forensik.
Penyidik diharapkan dapat segera mengungkap kasus yang terjadi hampir dua tahun silam itu.
"Saya tersiksa untuk Subang itu. Wong dateng dalam mimpi ku. Traumanya ya itu, kalau enggak terindentifikasi atau ketangkep gitu lo, kasian banget gitu lo mikirnya," ujar dia.