Miris, Puluhan Tahun Warga Kampung Lebaksiuh Lalui Jalan Rusak dan Berlumpur
Ketua RW 19 Kampung Lebaksiuh Jajang mengatakan sudah puluhan tahun akses jalan di wilayahnya belum tersentuh pembangunan. Kendati begitu sebagian warga tetap memaksakan melewati jalan itu untuk beraktivitas.
"Ini askes satu-satunya menuju desa, kecamatan, dan pasar yang lebih dekat. Jalan lain ada, tapi memutar sangat jauh melewati kecamatan Saguling dan Padalarang," kata Jajang, Sabtu (29/5/2021).
Menurut Jajang, total warga yang bermukim di Kampung Lebaksiuh berjumlah 24 kepala keluarga (KK). Mayoritas warga berprofesi sebagai petani dan perajin gula aren. Sehingga pengangkut hasil bumi dan akses pendidikan sangat bergantung kepada kondisi jalan yang ada.
Sudah beberapa kali pihaknya mengajukan bantuan ke pemerintah agar dilakukan pelebaran dan pengerasan jalan. Akan tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan. Padahal untuk dapat pelayanan pemerintah seperti kesehatan dan pendidikan warga harus menempuh jalan rusak sepanjang 9 km tersebut.
"Kasihan warga kalau musim hujan, sulit melintas di jalan itu. Untuk sekolah anak-anak paling dekat ke SDN 2 Jatibaru di Saguling yang jaraknya hampir 5 km," ujarnya.
Selain terisolasi akibat jalan rusak, warga di kampung ini pun belum memiliki infrastruktur penunjang lainnya yang memadai. Bahkan untuk sarana listrik baru dirasakan sejak dua tahun terakhir, sebab sebelumnya masih mengandalkan panel surya.
"Lahan pertanian dan sebagian permukiman warga di sini memang berdiri di atas lahan perhutani, bukan lahan milik pribadi," tutur Jajang.
Editor: Agus Warsudi