Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kronologi Lengkap Dugaan Perkosaan Anak Petugas Kebersihan Yayasan di Subang 
Advertisement . Scroll to see content

Miris, Balita Subang Lumpuh akibat Penggumpalan Darah di Otak, Butuh Biaya Operasi

Kamis, 21 Juli 2022 - 10:35:00 WIB
Miris, Balita Subang Lumpuh akibat Penggumpalan Darah di Otak, Butuh Biaya Operasi
Kokom menggendong Reyhan yang mengalami kelumpuhan akibat penggumpalan darah di otak. (FOTO: iNews/YUDY HERYAWAN JUANDA)
Advertisement . Scroll to see content

Kokom menyatakan, penyakit Reyhan berada di otak. Saat sedang merasakan nyeri, Reyhan kerap kejang dan meneteskan air mata. "Dede (Reyhan) mah kan teu dioperasi. Cuman dikasih obat melalui selang di kepala di Ciereng (RSUD Ciereng Subang)," ujar Kokom, buruh cuci pakaian ini.

Saat ditanya harapannya, Kokom, ibu kandung Reyhan tak kuasa menahan air mata. Dia menangis sesegukan melihat kondisi Reyhan. Dia berharap ada dermawan yang dapat membantu mengobati anaknya itu. 

"Ningali budak lumpat teh hate indung teh (melihat anak (orang lain) lari, hati ibu) tersentuh pak. Umur opat tahun teh keur meujeuh-meujeuhna teu daek cicing (Anak umur empat tahun itu saat masa-masanya lincah, tidak mau diam). Hoyong ningal (ingin melihat) dede (Reyhan) normal siga murangkalih (seperti anak-anak) lain. Ceuk dokterna ge nungguan mukjizat ti Gusti Allah (kata dokter menunggu mukijzat Allah SWT). Keajaiban ti Gusti Allah. Mun dede (Reyhan) sabar nya meren, sugan Gusti Allah karunya kitu (Kalau Reyhan sabar, ya mungkin Allah SWT kasihan), tiasa (bisa) jalan," tutu Kokom sambil menahan tangis.

Sementara itu, Ketua RT Samsudin mengatakan, sudah mengajukan permohonan bantuan pengobatan bagi Reyhan, tetapi belum ada respons seusai harapan. Upaya lain juga telah dilakukan, tetapi belum ada tanggapan.

Samsudin menyatakan, Reyhan bersama orang tuanya tinggal di rumah dengan dua kepala keluarga lainnya yang merupakan saudara. "Kalau saya mah manusiawi ya pak. Duh, gimana orang tuanya. Saya aja sedih melihatnya. Apalagi orang tuanya. Pekerjaan orang tuanya kan seadanya. Serabutan dan mengayuh becak. Kadangkala ada yang nyuruh (bekerja), kadang boleh dikatakan gak makan lah. Sedangkan ibunya hanya buruh mencuci pakaian tetangga," kata Samsudin.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut