Menyingkap Kisah Batang Bertuah dari Pertamina Membawa Berkah
Melalui berbagai inisiatif ESG tersebut, Dirut Pertamina Nicke Diwdyawati mengatakan, Pertamina telah berhasil menurunkan 31 persen emisi karbon dari hulu hingga hilir. “Kami sudah berhasil mengurangi emisi karbon hingga 31 persen dari kegiatan operasional kami dari hulu hingga hilir,” kata dia.
Salah satu langkah nyata pengurangan emisi karbon melalui pemanfaatan kembali CO2 menggunakan teknologi Carbon Capture Storage (CCS)/Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS). Teknologi ini telah diujicobakan di Lapangan Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat pada akhir tahun 2022 lalu.
Sedangkan penerapan ESG pada bidang sosial, dilakukan Pertamina melalui kegiatan CSR dengan pilar Pertamina Green untuk mendukung pelestarian lingkungan. Melalui program keanekaragaman hayati, Pertamina menanam lebih dari 4,1 juta pohon dan konservasi 95 jenis tumbuhan, 261 jenis hewan dari sekitar 800 ribuan hewan yang dikonservasi.
Selain itu, Pertamina melakukan pembinaan kepada UMKM binaan agar tumbuh dan berkembang. Program CSR ini juga dibarengi langkah nyata program affirmative recruitment bagi penyandang disabilitas yang diinisiasi sejak 2019 lalu. Program CSR yang melibatkan disabilitas di antaranya UMKM binaan Kopi Kang di Bandung dan Garut, dengan menjadikan mereka sebagai pegawai kafe di Bandung.
Dalam hal tata kelola, Pertamina telah memperoleh sertifikasi ISO 37001:2016 untuk Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) untuk lingkup korporasi. Per Oktober 2022, rating ESG Pertamina mencapai skor 22.1. Peringkat ESG tersebut menempatkan Pertamina berada di peringkat dua secara global dalam sub-industri integrated oil dan gas.
Editor: Agus Warsudi