Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Motif Kurir Paket Siram Air Keras di Tasikmalaya karena Sakit Hati, 4 Korban Masih Dirawat
Advertisement . Scroll to see content

Mengharukan, Pasutri Tunanetra di Tasikmalaya Ajarkan Mengaji Alquran Huruf Braille

Senin, 31 Mei 2021 - 21:42:00 WIB
Mengharukan, Pasutri Tunanetra di Tasikmalaya Ajarkan Mengaji Alquran Huruf Braille
Mamat Rahmat (kaus berkerah kotak-kotak) mengajarkan mengaji Alquran huruf Braille kepada para penyandang tunanetra. (Foto: iNews/Asep Juhariyono)
Advertisement . Scroll to see content

Yayasan Al Hikmah didirikan olah pasangan suami istri tunanetra, Mamat Rahmat dan Safrida sejak 2010 silam. Saat ini, Yayasan Al Hikmah yang fokus terhadap pemberdayaan penyandang tunanetra ini memiliki sekitar 100 anggota dari Kota Tasikmalaya dan sekitarnya.

Setiap minggu mereka berkumpul di yayasan yang juga merupakan rumah Mamat Rahmat untuk belajar mengaji dengan membaca Alquran huruf Braille. Dengan dibimbing oleh Rahmat dan istri Safrida, para penyandang tunanetra mengeja ayat-ayat suci Alquran huruf timbul tersebut.
 
Sebelum pengajian dimulai, mereka bisanya terlebih dahulu berbincang terkait permasalahan dan informasi seputar tunanetra. Setelah itu, Mamat Rahmat mulai melatih dan membimbing para tunanetra membaca Alquran huruf braille.

Cara membaca Alquran huruf Braille dengan meraba dengan ujung jari huruf timbul berupa rangkaian titik-titik itu. Meski terbata-bata, para penyandang tunanetra tetap semangat membaca ayat-ayat suci Alquran.

"Kita harus sadar bahwa sebagai umat Islam mempunyai Alquran sebagai pedoman hidup. Allah memerintahkan untuk membaca Alquran bukan hanya untuk umat Islam yang bisa melihat, tapi tunanetra juga wajib membaca, memahami, dan mengamalkannya," kata Mamat Rahmat, Senin (31/5/2021).

Mamat Rahmat berharap suatu saat nanti bisa mendirikan sebuah pondok pesantren khusus untuk para tunanetra agar mereka setiap hari bisa belajar mengaji Alquran huruf baraille dan memperdalam agama Islam.

"Saya juga berharap ada tenaga-tenaga pengajar baru. Sebab selama ini hanya saya dan istri yang mengajar. Sehingga ke depan, saya ingin ada  generasi penerus yang bisa mengajar mengaji Alquran huruf Braille sehingga apa yang menjadi cita-cita dan perjuangan ini bisa terus dilanjutkan," ujar Mamat.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut