Mengenang Kejayaan Durian asal Cirawa Cipatat KBB yang Sempat Kesohor pada 1980-an
Kebiasaan itu yang kemudian diikuti oleh para anak buahnya. "Ya jadinya banyak PNS yang datang juga. Paling sering adalah tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin," ujarnya.
Namun memasuki tahun 2000-an, durian Cirawamekar mulai mengalami kemunduran. Penyebab utamanya karena tidak ada perawatan khusus serta orang yang telaten membudidayakan pohon durian. Akibatnya banyak pohon yang berusia puluhan tahun menjadi jarang berbuah.
Akhirnya membuat banyak pemilik menebang pohon durian. Pohon-pohon tua yang dianggap tidak produktif langsung ditebang. Di sisi lain, penebangan tidak diimbangi dengan pembibitan baru, sehingga lambat laun jumlah pohon durian di Cirawamekar terus menyusut.
Pihak desa sempat berusaha mengembalikan kejayaan durian Cirawa dengan menanam ratusan pohon di tanah carik desa. Namun karena berbagai sebab, pembibitan tersebut juga gagal.
Jalan terakhir untuk mengembangkan durian Cirawa adalah mendatangkan ahli pertanian dan memberi pelatihan kepada masyarakat. "Sempat coba dikembangkan lagi di tanah desa, namun tidak terawat yang akhirnya bibit-bibit itu mati," timpal Sekretaris Desa Cirawamekar A Thosin.