Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Ahli Agama jadi Saksi Ujaran Kebencian Ferdinand Hutahean
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal 5 Kepercayaan Asli Indonesia, di Jabar Ada Sunda Wiwitan

Selasa, 11 Januari 2022 - 14:17:00 WIB
Mengenal 5 Kepercayaan Asli Indonesia, di Jabar Ada Sunda Wiwitan
Warga Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Kota Cimahi yang masih menganut Sunda Wiwitan, menggelar ritual. (Foto: ISTIMEWA)
Advertisement . Scroll to see content

4. Marapu

Warga di Sumba, NTT, masih banyak yang menganut kepercayaan nenek moyang, Marapu. (Foto: istimewa/infobudaya.net)
Warga di Sumba, NTT, masih banyak yang menganut kepercayaan nenek moyang, Marapu. (Foto: istimewa/infobudaya.net)

Marapu adalah agama asli sebagian besar masyarakat Sumba. Pengikut Marapu percaya bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Setelah akhir zaman, mereka akan hidup kekal di surga Marapu yang dikenal dengan Prai Marapu. 

Keyakinan Marapu berinti pada terjaganya keseimbangan tata kehidupan alam semesta. Dengan keseimbangan alam maka dipercaya mendatangkan keselamatan. Keselamatan akan mendatangkan kebahagiaan.
 
Untuk berkomunikasi dengan arwah leluhur, masyarakat di Kampung Adat Prai Yawang, Desa Rindi mempunyai salah satu rumah khusus yang disebut uma diawa. Rumah ini tidak dihuni oleh pengikut Marapu, melainkan dipercaya sebagai tempat istirahat arwah. 

Pengikut Marapu juga mempunyai simbol kepercayaan terhadap hewan. Misalnya, kerbau yang melambangkan keberanian, sementara kuda sebagai simbol tidak boleh sombong. 

5. Kejawen

Warga Dieng sebagian masih menganut Kejawen. Namun didieng juga terdapat penganut Islam dan Hindu. Mereka hidup rukun dan damai. (Foto: ANTARA)
Warga Dieng sebagian masih menganut Kejawen. Namun didieng juga terdapat penganut Islam dan Hindu. Mereka hidup rukun dan damai. (Foto: ANTARA)

Kejawen adalah kepercayaan suku Jawa. Dari naskah-naskah kuno Kejawen, dipahami bahwa Kejawen lebih dari seni, budaya, tradisi, ritual, sikap, serta filosofi orang Jawa. Hal tersebut tidak lepas dari spiritualitas orang Jawa.  

Kejawen muncul sebagai bentuk proses perpaduan dari beberapa paham atau aliran agama pendatang dan kepercayaan asli masyarakat Jawa. Seperti diketahui, sebelum agama-agama masuk ke Pulau Jawa, kepercayaan yang dianut oleh orang Jawa adalah animisme dan dinamisme.  

Sejak dulu, orang Jawa memang dikenal mengakui keesaan Tuhan. Pengikut Kejawen tetap melaksanakan adat serta budaya Kejawen yang tidak bertentangan dengan agama yang dianutnya.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut