Mendes PDTT Sebut Pengembangan Teknologi Tepat Guna Dongkrak Produktivitas Desa
"Posyantekdes juga menjadi forum antar-BUMDes untuk menyebarluaskan pemasaran maupun suku cadang teknologi tepat guna," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, posyantekdes juga harus menjadi forum temu bisnis dari inovator atau BUMDes dan BUMDes Bersama (BUMDesma) dengan pihak pembeli dari luar kecamatan, luar kabupaten maupun luar provinsi.
"Peran penting pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi ialah memasukkan teknologi tepat guna yang dipasarkan BUMDes dan BUMDesma ke dalam katalog elektronik, maupun toko online yang dikelola pemerintah daerah. Ini akan melegalkan, sekaligus meluaskan pemasaran teknologi tepat guna dari desa kepada lembaga pemerintahan dan pihak lain," tutur Mendes PDTT.
Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara Ke XXIII merupakan puncak kegiatan dari rangkaian lomba yang telah digelar sebelumnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 52 inventor yang terdiri dari Inovasi TTG dengan peserta sebanyak 20 inovator, TTG Unggulan dengan peserta sebanyak 19 inovator, dan Posyantek Desa Berprestasi sebanyak 13 Posyantek.