Melihat Rumah Mewah Wali Kota Cimahi yang Ditangkap KPK di Pamoyanan
CIMAHI, iNews.id -Wali Kota CimahiAjay Muhammad Priatna terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga saat menerima uang suap izin pembangunan rumah sakit di Kota Cimahi, Jumat (27/11/2020) sekitar pukul 10.30 WIB. Kasus ini membuat warga Kota Cimahi, Jawa Barat, geger.
Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang tunai Rp425 juta dan beberapa orang lain. Sampai saat ini, Ajay masih diperiksa intensif penyidik KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Ajay M Priatna dikenal tajir alias kaya. Orang nomor satu di Kota Cimahi ini memiliki rumah mewah di Gang/Jalan Karya Bakti, Kampung Pamoyanan RT 03/11, Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cimahi Tengah.
Wartawan menyambangi rumah mewah milik Ajay, Sabtu (28/11/2020). Gang Karya Bakti hanya cukup untuk satu mobil. Namun ketika masuk ke dalam terdapat perkampungan dengan rumah-rumah cukup banyak.
Rumah Wali Kota Cimahi berpagar tinggi dan bercat putih tersebut hanya berjarak sekitar 50 meter dari jalan utama. Selain memiliki halaman luas, rumah mewah ini juga memiliki garasi khusus yang bisa menampung lebih dari lima mobil.
Di sinilah Ajay menyimpan beberapa mobil mewah dan koleksi motor. Sebab orang nomor satu di Cimahi ini terbilang hobi naik motor. Di bagian belakang rumah berlantai dua ini juga terdapat kolam renang dan tempat olahraga khusus di halaman belakang yang hampir seluas setengah lapangan bola.
Ajay kerap menggelar rapat kedinasan di luar ruangan dengan pejabat di lingkungan Pemkot Cimahi selama pandemi Covid-19 di halaman belakang itu.
Seorang warga yang rumahnya bersebelahan dengan kediaman wali kota, Ganjar (33) mengatakan, rumah wali kota memang sangat luas. Rumah itu mulai ditempati Ajay sekitar tahun 2017 sebelum dilantik menjadi wali kota.
Karena berada dekat permukimam warga, ketika ada kegiatan atau keramaian akan terlihat dan terdengar ke warga sekitar. "Rumah itu dibeli dari H Sudarja yang merupakan orang terkaya di Kampung Pamoyanan. Halaman belakangnya lebih dari setengah lapangan bola," kata Ganjar, Sabtu (28/11/2020).
