Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polemik Panji Gumilang, Menag Yaqut Pastikan Hak Belajar Santri Ponpes Al Zaytun Tetap Terpenuhi
Advertisement . Scroll to see content

Mangkir dari Panggilan Bareskrim, Panji Gumilang Ngaku Tangan Kirinya Patah

Sabtu, 29 Juli 2023 - 13:53:00 WIB
Mangkir dari Panggilan Bareskrim, Panji Gumilang Ngaku Tangan Kirinya Patah
Panji Gumilang mengaku tangan kirinya patah sehingga tidak bisa memenuhi panggilan Bareskrim Polri. (FOTO: TOISKANDAR)
Advertisement . Scroll to see content

"Sehat," ujar Panji Gumilang.

"Sakit apa kemarin syekh?" tanya wartawan lagi.

"Ni patah ni. Tangan kiri patah," kata Panji Gumlang sambil menunjuk tangan kirinya.

"Kenapa syekh?" cecar wartawan.

"Patah! Dibilang patah ko kenapa. Ya biasa jatuh," kata Panji Gumilang sambil tersenyum.

Setelah berbincang sebentar dengan wartawan, Panji Gumilang melanjutkan aktivitasnya meninjau pintu gerbang Ponpes Al Zaytun.

Di lokasi, tampak kawat berduri telah terpasang menutupi semua celah menuju Ponpes Al Zaytun. Pagar kawar berduri itu dipasang untuk mengantisipasi unjuk rasa dari Aliansi Santri dan Rakyat Indonesia (ASRI). 

Diketahui, Panji Gumilang tidak menghadiri panggilan Bareskrim untuk diperiksa pada Kamis 27 Juli 2023. Sedianya Bareskrim akan meminta keterangan sebagai saksi.

Kepada penyidik Bareskrim, Panji mengirimkan surat sakit dari dokter. Karena pemeriksaan pada Kamis (27/7/2023) batal, Panji kembali dijadwalkan diperiksa pada 1 Agustus 2023.

Sementara itu, massa ASRI berencanamenggelar aksi unjuk rasa di pintu utama Ponpes Al Zaytun, Sabtu (29/7/2023). Namun, dipastikan massa tidak bisa mendekati gerbang Al Zaytun karena selain dijaga ketat polisi, juga mereka dihalangi pagar berduri.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut