Kronologi Penganiayaan Siswi di SMAN 1 Tasikmalaya, Berawal dari Perundungan
"Tapi percekcokan sudah selesai waktu itu. Tiba-tiba muncul teman perempuan para pelaku, yang berinisial Z. Siswi berinisial Z ini mengeluarkan kata-kata berintonasi dengan bahasa yang kurang bisa diterima lah oleh siswi A," ujar Yonandi.
Akhirnya, siswi A mendekati siswi Z. Saat mendekat, siswi A justru ditampar oleh siswi Z. Karena ditampar, siswi A reflek mendorong kepala siswi Z hingga membentur dinding dan pelipisnya terluka.
"Hari itu juga, ada guru yang mengurusi dua siswa yang luka, siswa R dan siswi Z. Mereka langsung dibawa ke PMR untuk diberikan pertolongan pertama," tutur Kepala SMAN 1 Tasikmalaya.
Setelah itu, kata Yonandi, semua siswa, empat orang yang terlibat perundungan disertai penganiayaan, masuk ke ruang bimbingan dan konseling (BK) SMAN 1 Tasikmalaya.
"Alhamdululillah (saat itu), damai. Bersalaman semuanya (siswa yang terlibat). Tuntas lah begitu ya. Kemudian, ibu dari (pihak siswi Z) dan siswa R dibawa ke IGD karena khawatir infeksi," ucap Yonandi.