Kronologi Lengkap Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Perencanaan hingga Eksekusi
Pada Jumat (29/8/2025) sore, lanjut dia R dan P datang ke rumah Budi dengan dalih kerja sama bisnis minyak goreng. Pada pukul 23.00 WIB, R mengajak Budi ke gudang dan memukul kepalanya dengan pipa besi hingga tak sadarkan diri.
Selanjutnya, Sabtu (30/8/2025) pukul 01.00 WIB, R dan P masuk ke kamar Sahroni dan memukulnya menggunakan pipa besi. R kemudian membunuh Euis Juwita dan anaknya RA (7 tahun) yang sedang tidur. Sementara itu, P menenggelamkan bayi B ke dalam ember berisi air.
“Sementara, tersangka P menenggelamkan bayi B ke ember (baskom) berisi air hingga tewas,” katanya.
Setelah membunuh, kedua pelaku mengambil uang tunai Rp7 juta, perhiasan emas dan tiga handphone (HP). Mereka kabur dengan membawa mobil korban dan menyewa kamar hotel di Jatibarang. Emas dijual oleh P seharga Rp3 juta, lalu membeli terpal untuk mengubur jenazah.
Pada Sabtu dini hari, jenazah lima korban diseret ke halaman belakang dan dikubur dalam satu liang. Bayi dan anak RA di dasar lubang, diikuti jenazah Euis, Sachroni, dan Budi di lapisan atas.