Korban Penipuan Rekening Bank dan Kartu ATM untuk Judi Online di Tasikmalaya Jadi 48 Orang
Menurut para korban, pembuatan buku tabungan tersebut sudah berlangsung sejak bulan Oktober 2020 lalu. Setiap orang diminta untuk membuka rekening baru antara satu bank hingga tiga bank yang berbeda.
Salah seorang korban, Mita Aprilianti (18), warga Kecamatan Kawalu mengaku bersama puluhan remaja lainnya diminta oleh tetangganya berinisial R (35) untuk membuat buku rekening baru bersama ATM.
"Kemudian diberi uang Rp200.000 dan diantar ke bank untuk buat rekening baru. Setelah buku tabungan dan ATM jadi langsung dibawa oleh pelaku. Saya sendiri membuat tiga rekening di bank yang berbeda-beda," kata Mita.
Sementara menurut Dani (18), warga Kecamatan Mangkubumi, pelaku merupakan pendatang yang nikah dengan warga setempat. Dia diajak oleh adik ipar terlapor untuk membuat buku rekening baru dan dikasih uang Rp200.000. "Sama, setelah buku rekening dan ATM jadi langsung dibawa," ujarnya.
Di bagian lain, Kanit Reskrim Polsek Cihideung, Iptu Ruhana Efendi, jumlah korban berdasarkan menurut keterangan korban yang melapor ada 22 orang. "Karena kawatir disalahgunakan, kami masih menyelidiki terkait kasus dugaan penipuan ini," kata Ruhana.
Berdasarkan keterangan para korban, diduga buku renening bank dan ATM para korban tersebut digunakan untuk transaksi judi online.
Editor: Agus Warsudi