Kondisi Selebgram Korban KDRT di Bandung Membaik, Minta Pelaku Dihukum Setimpal
Saat peristiwa KDRT terjadi, tutur Shalsabila, di rumah ada anak dan pengasuh. "Setelah kejadian, ada suara pak RW dateng. Saya ambil HP langsung telepon ibu minta dijemput. Pak RW gak pergi sampai ibu jemput, takut ada apa-apa," tutur Shalsabilla.
Shalsabilla mengatakan, berdasarkan berdasarkan cityscan, dirinya mengalmi memar di otak belakang dan retak tulang pipi kanan. "Alhamdulillah (kondisi saat ini) sudah membaik. Cuman masih pusing-pusing gitu akibat benturan," ucapnya.
Ditanya tentang pelaku AF sudah tertangkap, Shalsabilla mengucap syukur. "Alhamdulillah. Maksudnya ya biar masalah ini gak berlarut-larut. Saya percayakan kepada kepolisian. Biar hukum aja yang jalan. Saya minta dihukum seadil-adilnya aja atas apa yang sudah dilakukan terhadap saya sekarang," ujar Shalsbila.
Shalsabilla tak menyangka kasus KDRT ini menjadi besar ini dan menjadi perhatian masyarakat sehingga dilakukan tindakan cepat oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung. "Gak nyangka juga sampe sebesar ini. Temen-temen sayang sama saya. Kebanyakan yang nge-repost juga temen-temen saya juga," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang pria berinisial AF ditangkap polisi karena menganiaya istrinya sampai babak belur. Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini viral di media sosial setelah foto korban dan pelaku serta keterangan terkait kejadian beredar di Instagram.