Kisah Salakanagara, Kerajaan Tertua yang Disebut Cikal Bakal Sunda
Keberadaan Kerajaan Salakanagara terungkap dari naskah tua Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara ‘Kitab Kerajaan-Kerajaan di Nusantara’.
Kumpulan naskah itu terbagi dalam lima parwa atau bagian. Setiap parwa terdiri atas lima sarga atau bab. Naskah sejarah tersebut disusun di Cirebon oleh panitia yang diketuai Pangeran Wangsakerta, yaitu Abdulkadir Muhammad Nasaruddin sebagai Panembahan Carbon antara tahun 1677 dan 1698 Masehi.
Dikutip dari buku Ayatrohaedi berdasarkan naskah tua, ada beberapa kerajaan berdiri sebelum Kerajaan Tarumanagara, yaitu Salakanagara dan Jayasinghapura.
Kemudian ada juga nama Kerajaan Agrabinta dan Hujungkulwan. Nama Agrabinta kemungkinan masih tertinggal pada nama yang sama yaitu Agrabinta di daerah Cianjur Selatan. Sementara Jayasinghapura, besar kemungkinan sekarang menjadi Jasinga, sebelah barat Bogor.
Menurut naskah kunoi tersebut, Kerajaan Salakanagara dipimpin raja bernama Dewawarman yang berasal dari India. Dewawarman mula-mula duta negara India di Pulau Jawa, kemudian menjadi menantu kepala daerah setempat yang bernama Aki Tirem atau Sang Aki Luhurmulya.