Kisah Nabi Yahya Dibunuh Raja Herodus
Ini mirip dengan ucapan Nabi Isa dalam QS Maryam: 33 yang berkata,
وَالسَّلٰمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُّ وَيَوْمَ اَمُوْتُ وَيَوْمَ اُبْعَثُ حَيًّا
"Semoga kesejahteraan tercurah atasku pada hari aku dilahirkan, pada hari aku wafat dan pada hari aku dilahirkan." Perbedaan antara dua kalimat ini terekam dalam satu riwayat yang menceritakan dialog Nabi Isa dan Nabi Yahya.
Keistimewaan Yahya lainnya adalah seperti dalam satu riwayat (lihat Tafsir At-Thabari), Nabi Muhammad bersabda, "Setiap anak Adam memiliki dosa di hari akhir nanti kecuali Yahya bin Zakariya."
Kontroversi terjadi mengenai riwayat ini karena dalam lanjutan hadis ini Nabi merujuk kepada kemampuan Yahya sebagai seorang 'lelaki'. Sebagian ulama mengatakan tidak ada dosa pada Yahya itu artinya dia tdk punya hasrat kepada lawan jenis atau dia tidak punya kemampuan untuk itu.
Yang mengejutkan adalah Yahya mati muda di tangan penguasa zalim yakni Raja Herodus yang berkuasa saat itu.
Nabi Yahya 'alaih asholatu wa as-salam dibunuh karena menolak cinta seorang wanita putri raja dan wanita tersebut menginginkan kematian Baginda Nabi Yahya setelah cintanya ditolak. Setelah sang raja membunuh Nabi Yahya dan menghadiahkan kepalanya kepada sang putri maka Allah menenggelamkan mereka dan keluarga mereka kedalam tanah dan rakyatpun bilang: