Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Miris, Pasutri di Bandung Tinggal di Gubuk Berdinding Karung dan Sarung Bolong
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Miris Kakek Pencari Pasir di Sukabumi, Hidup Andalkan Rp5.000 per Keranjang 

Jumat, 08 April 2022 - 13:41:00 WIB
Kisah Miris Kakek Pencari Pasir di Sukabumi, Hidup Andalkan Rp5.000 per Keranjang 
Abah Ujang Danu masih harus mengangkut pasir dari bibir sungai ke pemesan sebelum mendapat upah Rp5.000 per Keranjang. (Foto: iNews.id/Budi Setiawan)  
Advertisement . Scroll to see content

SUKABUMI, iNews.id - Sebagian orang harus menjalani masa tuanya dengan serba kekurangan, bahkan hidup sendiri dalam keadaan memprihatinkan. Kondisi seperti inilah yang dirasakan seorang lansia di Sukabumi yang harus mengisi hidupnya penuh dengan keprihatinan.

Bahkan, Abah Ujang Danu (70) harus banting tulang menjadi pencari pasir. Pekerjaan ini terpaksa dilakoninya meski tubuh sudah renta untuk mememuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dia merupakan warga Kampung Papisangan, Desa Pasirdoton, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Sebelum berangkat bekerja, Abah Ujang sapaan akrabnya, menyiapkan keranjang bambu dan cangkul sebagai alat mencari dan mengangkut pasir. Abah pun harus berjalan kaki menyusuri perkampungan dan persawahan setiap hari.

Abah berjalan sambil memikul keranjang bambu dan cangkul menuju sungai kecil yang berjarak 500 meter dari rumahnya guna mencari pasir.

Cukup sulit mencari pasir dalam kondisi kemarau saat ini, karena yang ada di sungai tidak banyak. Abah pun harus beberapa kali turun ke sungai di beberapa lokasi untuk mendulang pasir agar bisa dijual.

Seusai mendapatkan pasir, Abah harus membawanya ke warga yang memesan pasir kepadanya. Sesekali Abah harus istirahat di tengah jalan untuk sekadar meluruskan kakinya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut