Kisah Bapak dan Anak Jual Kerupuk Sangsara di Tasikmalaya Demi Bertahan Hidup
Aparat memberikan kejutan dengan memborong kerupuk dan memberikan bantuan paket sembako untuk keluarganya. Kerupuk sangsara jualan Deni diborong seharga Rp300.000. Pemborong kerupuk itu ternyata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan.
Deni mengatakan, setiap hari berjualan kerupuk sangsara berkeliling pusat Kota Tasikmalaya. Kerupuk sangsara dijual dengan harga Rp1.000 per bungkus. Sebagai teman perjalanan, Deni mengajak anaknya Sinta yang masih sekolah di kelas V SD.
Setiap hari, Deni dan Sinta berangkat dari rumah sekitar pukul 18.00 WIB menuju ke Kota Tasikmalaya dengan naik angkutan umum elf jurusan Cirebon-Tasikmalaya. Mereka turun di simpang lima Kota Tasikmalaya. Kemudian, Deni dan Sinta berjalan kaki keliling kota untuk menjajakan kerupuk sangsara.
Deni memiliki enam anak ini setiap hari membawa 200 bungkus kerupuk sangsara. Pada hari-hari biasa, rata-rata Deni bisa menjual hampir semua kerupuk sangsaranya. Dengan keuntungan bersih delapan puluh ribu rupiah dari 200 bungkus kerupuk yang berhasil dijualnya tersebut.
Sedangkan selama PPKM darurat dan dilanjutkan dengan PPKM level 4, Deni dan Sinta harus berjualan hingga dini hari. Namun, kerupuk sangsara yang terjual hanya setengahnya. Otomatis, keuntungan yang dikantongi Deni pun setengah dari biasanya. "Alhmadulillah dagangan saya diborong sama Pak Kapolres. Terus dapet sembako," kata Deni semringah.