Kisah Bapak dan Anak Jual Kerupuk Sangsara di Tasikmalaya Demi Bertahan Hidup
TASIKMALAYA, iNews.id - Deni (50), dan anak perempuannya Sinta (10), tertidur di emper toko. Kerupuk sangsara yang dijual Deni dibiarkan berserakan di teras toko di Jalan Gunung Sabeulah, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Bapak dan anak warga Kabupaten Ciamis ini, kelelahan setelah keliling berjualan kerupuk sangsara. Deni dan Sinta, merupakan potret buram kehidupan masyarakat terdampak pandemi Covid-19.
Deni dan Sinta mencoba bertahan hidup di tengah penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dan PPKM level 4 di Kota Tasikmalaya. Siang malam, terik matahari dan dinginnya udara malam mereka lalui demi nafkah keluarga.
Selama penerapan PPKM darurat dan level 4, keuntungan Deni dari jualan kerupuk sangsara merosot 50 persen. Pasalnya, jalan dan toko sepi. Kegiatan masyarakat di Kota Tasikmalaya pun tak seramai sebelum PPKM diterapkan.
Pada Selasa (27/7/2021) malam, petugas gabungan dari Polri dan TNI mendatangi Deni dan Sinta yang tengah tertidur. Bapak dan anak itu pun terkejut, lalu terbangun. Mereka mengira ada razia petugas gabungan terhadap dirinya