Kilas Balik Perjalanan 100 Tahun Observatorium Bosscha di Lembang KBB
Pada pertemuan dengan para pendiri asosiasi, Karel Bosscha menyampaikan akan mendanai pengadaan teleskop yang panjang fokusnya sekitar tujuh meter.
Selain itu, Rudolf Kerkhoven juga akan mendonasikan pendulum richter astronomi, refraktor Zeiss, dan mendanai pengadaan teleskop meridian-jarak yang besar.
Pada 3 Desember 1920, anggota NISV sepakat mengabadikan nama fisikawan Belanda, Johannes Bosscha, ayah dari Karel Bosscha, sebagai nama observatorium itu. Setelah ombservatorium berdiri diberi nama Observatorium Bosscha.
Lembang yang berada di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan terletak 40 km di utara Bandung, tepat di selatan Gunung Tangkuban Parahu dipilih sebagai lokasi untuk pembangunan observatorium.
Proses konstruksi gedung pertama observatorium berjalan lancar sehingga pada 1 Januari 1923 dengan dihadiri oleh Gubernur Jenderal Fock, observatorium ini resmi dibuka.