Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Observatorium Bosscha Berusia 100 Tahun, Gubernur: Jaga Cagar Budaya Sains Ini
Advertisement . Scroll to see content

Kilas Balik Perjalanan 100 Tahun Observatorium Bosscha di Lembang KBB

Selasa, 31 Januari 2023 - 07:36:00 WIB
Kilas Balik Perjalanan 100 Tahun Observatorium Bosscha di Lembang KBB
Observatorium Bosscha (kubah putih) di Lembang, KBB, saat baru berdiri pada 1923 silam. (FOTO: ISTIMEWA/ITB.ac.id)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam presentasi berjudul “The Early History of The Observatorium Bosscha 1921-2939”, Dr Karel memaparkan sejarah awal berdirinya Observatorium Bosscha.

Dr Karel mengatakan, Observatorium Bosscha memiliki karakteristik unik karena letaknya dekat dengan ekuator sehingga dapat mengamati kedua belahan bumi bagian utara dan selatan.

Berdasarkan sejarah, kata Dr Karel, terdapat fakta, observatorium pertama di Pulau Jawa dibangun sekitar 1760 oleh Pendeta Johan Mohr dari sebuah gereja Portugis di Glodok, Batavia. 

"Dalam observatoriumnya itu, Johan Mohr berhasil mengamati transit Venus pada 1761 dan 1769 ketika Batavia berada sejalur dengan kedua fenomena tersebut," kata Dr Karel Hucht dikutip dari ITB.ac.id, Selasa (31/1/2023). 

Namun sangat disayangkan, tidak ada yang melanjutkan dan mewarisi semua pekerjaan yang dilakukan oleh Johan Mohr sehingga observatorium tersebut menghilang dan perkembangan ilmu astronomi pun terhenti cukup lama hingga Observatorium Bosscha berdiri di Lembang, KBB, Jawa Barat pada 1 Januari 1923.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut