Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ridwan Kamil Ngopi Santai dengan Agung Laksono, Sinyal Gabung Golkar?
Advertisement . Scroll to see content

KIB: Jangan Ada Lagi Politik Identitas, Akhiri Narasi Cebong-Kampret pada Pemilu 2024

Jumat, 30 September 2022 - 19:26:00 WIB
KIB: Jangan Ada Lagi Politik Identitas, Akhiri Narasi Cebong-Kampret pada Pemilu 2024
Para ketua partai politik anggota KIB hadir dalam diskusi bertajuk "Membaca Arah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Menjelang 2024" di Cafe Kapulaga, Jalan Dayang Sumbi, Kota Bandung, Jumat (30/9/2022). (FOTO: ISTIMEWA)
Advertisement . Scroll to see content

Sementara itu, pj Ketua DPW PPP Pepep Saepul Hidayat mengatakan, KIB akan mampu bertahan hingga Pemilu 2024. "Ini persoalan komitmen dan tanggung jawab. PPP tahu betul, KIB itu berproses. Di bawah kita terus membangun hubungan, komunikasi, silaturahmi, demi pemenuhan syarat solidnya sebuah koalisi. Akan twrus bertahan? Yakinlah, kami menjaga, kami berkomitmen untuk saling menguatkan," kata Pepep Saepul Hidayat.

Kedepankan Gagasan Indonesia Maju
KIB, tutur Kang Ace yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini, adalah koalisi yang  mengedepankan gagasan agar Indonesia masuk ke dalam jajaran negara maju di dunia.

Pada periode 2025 hingga 2035, Indonesia akan memperoleh bonus demografi, dengan limpahan usia produktif terbesar sepanjang sejarah negeri ini. "Kita harus meyakini, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7 persen dalam kurun waktu itu (2025 dan 2035) nanti," tuturnya.

Untuk menjawab tantangan bonus demografi itu, ucap Kang Ace, dibutuhkan pemimpin teknokratif. "Kita tak butuh pemimpin yang gaya-gayaan, merasa besar di medsos," ucap Kang Ace.

Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), ujar Kang Ace, juga menginisiasi Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional atau PATEN. "Untuk maju, tak bisa hanya dengan bisnis as usual. Kita juga kedepankan visi 3 S: sehat manusia, sehat ekonomi, sehat bumi," ujarnya.

Saat ini, terdapat 5 C tantangan yang dihadapi global, yaitu, Covid-19, Conflict (antarnegara), Climate Change (perubahan iklim), Commodity Prices (fluktuasi harga) dan Cost of Living (biaya hidup). 

"Menyitir pernyataan Sri mulyani (Menteri Keuangan), semua ini membuat suram ekonomi dunia, yakni, ketika tahun 2023 akan dihadapkan pada resesi ekonomi. Kita (KIB) merespons itu dengan 5B: bersatu, bertaransformasi, bekerja, berdoa dan berkarya terus menerus," kata Ace.

Editor: Agus Warsudi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut