Imron mengatakan, dirinya pribadi dan Pemkab Cirebon turut berbahagia karena Turini bisa pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan keluarga. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu seluruh proses kepulangan Turini ke Cirebon.
“Kami ucapkan terima kasih warga kami telah kembali lagi ke kampung halamannya. Ibu Turini bisa berkumpul dengan keluarga. Kami banyak mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Ibu Turini bisa kembali lagi ke kampung halamannya,” katanya.
Plt Bupati Cirebon ini juga berharap warga Indonesia, terutama warga Cirebon bisa belajar dari pengalaman Turini yang menyedihkan selama menjadi TKI di Arab Saudi.
“Kita ambil hikmahnya. Kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, kalau akan bekerja di luar negeri harus mengikuti aturan-aturan yang telah ditentukan agar jangan sampai terjadi hal yang sama seperti ini,” katanya.
Turini sebelumnya menceritakan pengalaman pahitnya selama 21 tahun bekerja dengan majikannya di Arab Saudi. “Majikan saya itu menyuruh saya kerja terus. Saya ga dikasih gajian, gak dipulangin, gak digaji. Barusan sekarang digaji. Itu yang ngurus KBRI. Kalau enggak diurus KBRI, saya enggak dikasih bayaran tuh,” kata Turini.
Beruntung saat bekerja di Arab Saudi, Turini yang nyaris putus asa bertemu dengan sesama pekerja migran asal Filipina. Temannya itu lah yang membantu menginformasikan kondisi Turini kepada keluarganya di Cirebon, lewat media sosial Facebook. Turini pun bisa berkomunikasi dengan keluarganya. Dia meminta keluarga membantunya agar bisa segera pulang ke Indonesia.
Editor: Maria Christina