Keterlaluan, Warga Kertamukti Sukabumi Diduga Dimintai Rp500.000 untuk Rehab Rutilahu
"Itu bukan dipinta uang, kami itu kebetulan ada program. Ada yang mau memberikan program (rehab) rutilahu 2023. Terkait hal itu kami beberapa kali menggelar pertemuan. Saya menyampaikan ke staf kadus, tolong carikan anggaran sifatnya mau pinjam atau apa pun untuk oprasional," kata Dede Kusnadi.
Terkait pernyataan uang yang dipungut dari warga, Dede Kusnadi mengklarifikasi, uang Rp500.000 tersebut telah dikembalikan ke warga.
"Uang sudah dikembalikan semua. Ke kadus Oktober tidak ada uang harus dikembalikan. Karena nanti imej, kami dimasyarakat tidak bagus," ujar dia.
Di Desa Kertamukti, kata Dede Kusnadi, ada penawaran rehab rutilahu. Pemerintah desa mengajukan 35 rumah untuk direhab. Rencananya program rutilahu itu bakal terealisasi dalam waktu dekat.
"Rencana 40 rutilahu, jadinya 35 unit yang diajukan tetapi ada tambahan dari dinsos 5 unit jadi totalnya 40. Informasinya rehab rutilahu itu dari kementerian," tutur Dede Kusnadi.
Sementara itu, Kapolsek Warungkiara AKP Nandang Herawan menegaskan video viral rutilahu sudah diklarifikasi bersama unsur Forkopimcam.
"Untuk pemintaan uang itu betul waktu itu memberi Rp500.000 perorang, tapi itu pun pa kades (Dede Kusnadi) katanya bukan untuk biaya rultilahu tapi untuk konsumsi jika ada pertemuan, rapat. Uang itu ternyata pinjem dan sekarang udah di kembalikan oleh kepala desa kepada orang yang dimintai uang tersebut," ujar Kapolsek Warungkiara AKP Nandang Herawan.
Editor: Agus Warsudi