Kemenpar: Kabupaten Bandung Miliki Potensi Wisata Digital dan Nomadic
Dia melanjutkan, dengan adanya konsep tersebut diharapkan bisa meningkatkan daya tarik pelancong ke Indonesia yang tahun ini menargetkan 17 juta wisman dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019.
"Kabupaten Bandung ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi nomadic destination. Bahkan, digital destination tourism juga sudah banyak," ujar Guntur.
Guntur menyebutkan, Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai konsep nomadic tourism memiliki value ekonomi tinggi dan treatmentnya juga relatif mudah sehingga menarik para pelaku industri pariwisata untuk mengembangkan bisnis tersebut. Terutama jika aksesibilitas dan amenitasnya cepat memberikan keuntungan komersial.
"Kemenpar akan mengembangkan nomadic tourism di empat destinasi prioritas; Danau Toba, Labuan Bajo, Mandalika, dan Borobudur. Destinasi ini akan menjadi pilot project," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpara) Kabupaten Bandung Agus Firman Zein mengatakan, wilayahnya memiliki banyak potensi wisata yang bisa dikunjungi traveller. Mulai wisata budaya, seni, alam, sejarah hingga akan hadir wisata halal.
Dia mengakui, salah satu destinasi wisata favorit yang banyak dikunjungi di wilayah Kabupaten Bandung adalah konsep glamping (glamour camping). Konsep ini mulai bermunculan sejak 2016 lalu. Selain itu juga masih banyak destinasi wisata yang mengambil konsep digital destination tourism seperti Tebing Keraton, Situ Cileunca, Kawah Putih, Orchid Forresr, Curug Cinulang, dan banyak lainnya.
"Ini terbukti dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat tiap tahunnya. Pada 2017 jumlah kunjungan wisatawan mencapai 2,6 juta orang dari target 22 juta. Apalagi hadirnya Tol Soroja bisa mempermudah akses wisatawan menuju destinasi di kawasan selatan Kabupaten Bandung," kata Agus.
Editor: Donald Karouw