Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jalur Wisata Lembang Bandung Macet Parah jelang Akhir Libur Panjang Idul Adha
Advertisement . Scroll to see content

Kemenpar: Kabupaten Bandung Miliki Potensi Wisata Digital dan Nomadic

Jumat, 03 Agustus 2018 - 12:49:00 WIB
Kemenpar: Kabupaten Bandung Miliki Potensi Wisata Digital dan Nomadic
Temu dialog bersama Kabiro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti, Kadisbudpar Kabupaten Bandung Agus Firman Zein dan perwakilan manajemen Lakeside Glamping. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus menggenjot potensi digital dan nomadicdestination tourism di sejumlah wilayah Indonesia. Dukungan Kemenpar terhadap dua sektor wisata itu dilakukan di kawasan Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar).

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengatakan, pemerintah melalui Kemenpar menargetkan akan terus mendorong 100 destinasi digital di sejumlah daerah dan empat wisata nomadic. Tercapainya destinasi baru itu diharapkan juga berdampak terhadap pencapaian target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) 2019 mendatang.

Guntur menjelaskan, Nomadic Tourism merupakan destinasi wisata glamp camp, home pod, dan caravan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan khususnya pelancong asing. Menurut dia, banyak traveller dunia yang menginginkan pilihan selain menginap di hotel berbintang.

"Fasilitas glamping mulai dikembangkan di sejumlah destinasi unggulan di Tanah Air seperti Bali, Lombok, Belitung, dan Jabar. Salah satunya di Kabupaten Bandung," kata Guntur dalam Temu Dialog bertema “Peningkatan Pemahaman Bidang Pariwisata Bagi Jurnalis  Tahun 2018” bersama 50 pewarta yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Restoran Perahu Pinisi, Lakeside Glamping, Rancabali, Ciwidey, Kabupaten Bandung, Kamis (2/8/2018).

Menurutnya, konsep destinasi ini menjadi salah satu program terobosan yang dilakukan Kemenpar bersama stakeholder pariwisata. Khususnya dalam memenuhi tuntutan pasar atau permintaan wisatawan. Selain itu juga untuk mengatasi keterbatasan tersedianya amenitas sebagai unsur penting dari 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) di daerah tujuan wisata yang mengandalkan unsur budaya (culture), alam (nature), dan buatan manusia (manmade).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut