Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Atlet Bulu Tangkis Disablitas asal Majalengka Raih Emas di Tokyo, Keluarga: Kangen
Advertisement . Scroll to see content

Kecewa dengan Majalengka, Hary Susanto Hengkang ke Tasikmalaya sejak 2010

Selasa, 07 September 2021 - 12:21:00 WIB
Kecewa dengan Majalengka, Hary Susanto Hengkang ke Tasikmalaya sejak 2010
Hary Susanto dan Leani Ratri Oktila, pasangan parabulu tangkis nomor ganda campuran peraih medali emas di Paralimpiade Tokyo 2020. (Foto: ANTARA)
Advertisement . Scroll to see content

MAJALENGKA, iNews.id - Nama Hary Susanto, atlet diablitas kelahiran Majalengka menjadi buah bibir setelah sukses meraih emas di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 dari cabang olahraga (cabor) parabulu tangkis nomor ganda campuran bersama Leani Ratri Oktila, Minggu (5/9/2021). Meski warga Majalengka, namun Hary justru tercatat sebagai anggota National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Tasikmalaya.

Kekecewaan menjadi alasan Hary Susanto yang kini menjabat Ketua NPCI Kabupaten Tasikmalaya hengkang dari Majalengka. Dia terakhir membela Majalengka di Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2010 silam.

“Kang Hary terakhir bela Majalengka dalam ajang Peparda 2010 di Bandung. Kecewa dan pindah ke Kabupaten Tasikmalaya,” kata Ketua NPCI Kabupaten Majalengka Hendri Indra Gumilar, Selasa (7/9/2021).

Menurut Hendri, kekecewaan Hary yang berujung pindah dari NPCI Majalengka ke Tasikmalaya, berawal dari gelaran Peparda 2010 tersebut. Saat itu, Hary sempat dijanjikan oleh Pemkab Majalengka mendapat bonus sebesar Rp25 juta atas prestasi di Peparda 2010.

“Hary saat Peparda 2010 di Bandung, dijanjikan bonus Rp25 juta, tapi hanya diberi Rp6 juta, dan tidak diterima. Lalu pindah ke Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut