Kecewa dengan Majalengka, Hary Susanto Hengkang ke Tasikmalaya sejak 2010
MAJALENGKA, iNews.id - Nama Hary Susanto, atlet diablitas kelahiran Majalengka menjadi buah bibir setelah sukses meraih emas di ajang Paralimpiade Tokyo 2020 dari cabang olahraga (cabor) parabulu tangkis nomor ganda campuran bersama Leani Ratri Oktila, Minggu (5/9/2021). Meski warga Majalengka, namun Hary justru tercatat sebagai anggota National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Tasikmalaya.
Kekecewaan menjadi alasan Hary Susanto yang kini menjabat Ketua NPCI Kabupaten Tasikmalaya hengkang dari Majalengka. Dia terakhir membela Majalengka di Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2010 silam.
“Kang Hary terakhir bela Majalengka dalam ajang Peparda 2010 di Bandung. Kecewa dan pindah ke Kabupaten Tasikmalaya,” kata Ketua NPCI Kabupaten Majalengka Hendri Indra Gumilar, Selasa (7/9/2021).
Menurut Hendri, kekecewaan Hary yang berujung pindah dari NPCI Majalengka ke Tasikmalaya, berawal dari gelaran Peparda 2010 tersebut. Saat itu, Hary sempat dijanjikan oleh Pemkab Majalengka mendapat bonus sebesar Rp25 juta atas prestasi di Peparda 2010.
“Hary saat Peparda 2010 di Bandung, dijanjikan bonus Rp25 juta, tapi hanya diberi Rp6 juta, dan tidak diterima. Lalu pindah ke Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.