Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Safari Politik di Bandung, Anies Baswedan Ikuti Jalan Sehat hingga Hadiri NasDem Youth Festival
Advertisement . Scroll to see content

Kebiasaan Orang Sunda, Ramah Humoris dan Tidak Ambisius

Minggu, 22 Januari 2023 - 11:22:00 WIB
Kebiasaan Orang Sunda, Ramah Humoris dan Tidak Ambisius
Ribuan perempuan cantik membawakan Tari Merak Kolosal di pelataran Gedung Sate, Kota Bandung. Tari Merak, salah satu tarian khas Sunda. (FOTO: ANTARA)
Advertisement . Scroll to see content

Biasanya, setelah nama depan, Asep akan ditambahi dengan nama akhir yang hampir serupa. Misal, Asep Gumasep, Euis Gumeulis, Engkom Komariah, dan lain-lain.

Para orang tua Sunda dulu banyak memberi nama anak Asep. Sebab, Asep berasal dari kata kasep yang artinya tampan. Namun kini, nama-nama khas Sunda sudah mulai ditinggalkan.

Saat ini, tidak banyak generasi milenial Sunda yang menggunakan nama-nama khas Sunda tersebut. Orang tua Sunda tidak lagi berpaku kepada nama-nama "tradisional" dalam memberi nama putra dan putri mereka.

7. Pandai Mambuat Akronim

Batagor, singkatan dari baso tahu goreng. (FOTO: ISTIMEWA)
Batagor, singkatan dari baso tahu goreng. (FOTO: ISTIMEWA)

Kebiasaan orang Sunda yang cukup dikenal adalah, pandai membuat akronim atau kependekan dari sesuatu, terutama makanan. Biasanya, gabungan dari dua atau tiga suku kata. 

Misalnya, cilok, gabungan dari kata aci dan dicolok. Kemudian, batagor, singkatan dari baso tahu goreng. Gehu, perpaduan dari tauge dan tahu. Cireng, aci digoreng. Combro, oncom di jero. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut