Kasus Pesta Miras Tewaskan 13 Orang, Beredar Kabar NN Pensiunan Polisi, Polda Jabar Bilang Begini
Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan polisi, kandungan miras oplosan yang diproduksi NN dan RH berupa alkohol murni dicampur esens atau aroma wiski, perasa, dan zat pewarna.
Kasatreskrim Polres Subang Iptu Herman mengatakan, alkohol murni yang dicampur dalam miras oplosan itu biasanya digunakan untuk mengeringkan luka.
"Pertama alkohol murni, yang untuk luka, pewarna, dan pewangi Essen bau wishky. Itu zat kimia semua," kata Kasatreskrim Polres Subang Iptu Herman ditemui di ruang kerja, Selasa (31/10/2023).
Pelaku NN dan RH, ujar Iptu herman, mengaku meracik miras oplosan. NN dan RH mengaku tidak memiliki keahlian dalam membuat miras. "Pelaku belajar secara otodidak dalam meracik miras," ujar AKP Herman.
Akibat perbuatannya, tersangka NN dan RH dijerat Pasal 204 KUHPidana dan/atau Pasal 146 ayat 2 juncto Pasal 140 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dan/atau Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Tersangka NN dan RH terancam hukuman 15 tahun penjara.
Sebanyak 13 pemuda tewas akibat pesta miras oplosan di Sagalaherang, Kabupaten Subang. Total korban pesta miras tersebut 19 orang. Sebanyak 13 orang tewas, 5 masih dirawat di RSUD Ciereng Subang, dan 1 di puskesmas.
Editor: Agus Warsudi