Kasus Penyekapan dan Penjualan ABG Bandung, Perempuan Ini Dituntut 2,5 Tahun Penjara
Berdasarkan surat dakwaan yang diterima wartawan, SVN didakwa melakukan eksploitasi terhadap korban. Aksi jahat itu dilakukan bersama dua terdakwa pria dewasa. Mereka bersepakat mengeksplotasi korban dengan menjual melalui aplikasi MiChat. Terdakwa berperan mencari lokasi setelah mendapatkan pelanggan.
Dadang Sukmawijaya kuasa hukum SVN mengatakan, keberatan dengan tuntutan jaksa. Sebab, dalam kasus ini, SVN juga menjadi korban. "Melihat dari tuntutan itu, tentu kami tidak sependapat dengan JPU. Di mana anak ini (SVN) memang seharusnya menjadi korban, bukan diikutsertakan sebagai pelaku," kata Dadang Sukmawijaya.
Saat dugaan eksploitasi itu terjadi, ujar Dadang Sukmawijaya, terdakwa SVN ini tidak tahu menahu. Dia hanya diminta oleh dua terdakwa dewasa lain untuk membantu. "Kejadian (penyekapan dan penjualan ABG) bukan keinginan yang bersangkutan (terdakwa). Melainkan itu keinginan dari pelaku dewasa (dua pria)," ujar Dadang.
Karena itu, tutur Dadang Sukmawijaya, kuasa hukum akan mengajukan pembelaan. Pembacaan pembelaan atau pleidoi akan dilakukan dalam sidang pekan depan.
Diketahui, kronologi lengkap dari awal hingga korban diperkosa, disekap, dan dijual via MiChat. Kronologi lengkap itu berdasarkan hasil berita acara pemeriksaan (BAP) korban dan pelaku.