Kasus Kematian 1 Siswa SD di Sukabumi, Sekda: Jangan Dikaitkan dengan Hal Lain
"Saya ingin sampaikan bahwa vaksinasi itu adalah ikhtiar kita bersama, upaya yang harus dilakukan. Tujuannya tentu saja ingin menjaga masyarakat dari kesakitan, jangan sampai masyarakat ini terkena Covid-19. Namun ketika terjadi keadaan yang tidak diharapkan seperti ini, mungkin ini dari bagian kelemahan dari manusia, mungkin saja ada penyakit bawaan yang tidak terdeksi ketika skrining atau lainnya," tutur Camat.
Program vaksinasi, kata Yanti Budiningsih, diadakan oleh pemerintah untuk melindungi masyarakat dari kematian akibat Covid-19 dan berharap masyarakat harap tenang menyikapi kejadian ini sambil menunggu hasil, apakah ini akibat KIPI atau bukan. "Mari kita sama-sama melaksanakan vaksinasi untuk membangun herd immunity agar semua terjaga," ucap Yanti Budiningsih.
Ketika disinggung masalah biaya yang harus ditanggung keluarga korban dalam pengobatan setelah melakukan vaksinasi tersebut, Camat Kadudampit menyatakan, semua fasilitas dan biaya pengobatan yang terjadi setelah melakukan vaksinasi akan ditanggung pemerintah.
Sementara itu Sekda Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman meminta semua pihak agar tidak mengaitkan kematian anak SD dengan hal lain terlebih dahulu sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang.
"Ini merupakan takdir Allah, sebenarnya kuncinya kita harus ikhlas dan jangan dikaitkan dengan yang lain-lain dulu," kata Sekda Sukabumi.
Diberitakan sebelumnya seorang pelajar kelas 6 SD Muhammad Dalvin (12), warga Kampung Citamiang RT 05/01, Desa Citamiang, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (21/1/2022) sekitar pukul 03.15 WIB dini hari. Sebelumnya korban mengikuti vaksinasi di sekolah.
Editor: Agus Warsudi