Kapolsek Astanaanyar-Anggota Diduga Nyabu, Kriminolog: Rusak Kepercayaan Masyarakat
Tidak hanya merusak kepercayaan masyarakat, kata Yesmil, citra Polri di mata masyarakat pun menjadi buruk. Dia menyebut, Polri menjadi kehilangan profesionalitas. "Seperti dokter paru-paru ngobatinnya sambil merokok dan batuk-batuk, apakah Anda percaya dengan dokter itu?" tutur Yesmi.
Yesmil menuturkan, peristiwa ini harus dijadikan momentum oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk bertindak objektif dan tegas.
"Ini jadi momentum yang baik. Propam harus bertindak objektif dan tegas, jangan gara-gara temannya (tidak objektif dan tegas), ini bukan persoalan sederhana. Kapolri juga sudah menyampaikan untuk lebih transparans, bisa berkaca ke dalam melihat dan memperbaiki," tutur Yesmil.
Sebelumnya diberitakan, Propam Polda Jabar dan Mabes Polri menangkap Kapolsek Astanaanyar dan belasan anggota pada Selasa 16 Februari 2021 karena diduga mengkonsumsi sabu. Setelah ditangkap, mereka ditahan di Propam Polda Jabar .
"Saya sampaikan, Propam Polda Jabar dan Mabes Polri mengamankan personel Polsek Astanaanyar terkait dugaan penyalahgunaan narkoba . Ada 12 yang diamankan termasuk kapolsek," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Rabu (17/2/2021).