Kadin Jabar Sebut Banyak Sektor Usaha Belum Pulih, Minta Pemerintah Turun Tangan
"Sebenarnya penyelamatannya belum selesai ini, ada program penyelamatan, pemulihan dan penormalan, nah kita penyelamatan yang belum selamat diselamatkan, yang udah diselamatkan dimasukkan pemulihan. Pemulihan ini tidak ada lain kebijakan dari pemerintah, kedua tidak mungkin ada bantuan dari perbankan, untuk recovery mereka butuh modal," kata Herman.
Dia berharap, anggota Kadin Jabar bisa lebih mudah mendapatkan akses bantuan permodalan dari pemerintah dan perbankan dalam anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.
Dia juga meminta pemerintah ataupun perbankan untuk membuat skala prioritas mana saja sektor yang butuh suntikkan modal agar bisa bertahan.
"Pemerintah itu kan menitipkan dana PEN kepada perbankan. Sementara kalau kita datang ke bank, ini dananya sudah habis. Pertanyaannya ini disalurkan kepada siapa? Seharusnya, perbankan memberikan skala prioritas, sektor apa yang terpuruk saat ini apa, kita bisa duduk sama-sama," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Jabar Cucu Sutara mengatakan, pemerintah dan perbankan harus melihat bagaimana kondisi riil pengusaha di dalam negeri akibat dampak Covid-19. Bahkan ia menyebut, pengusaha perhotelan saja sudah ada yang menjual hotelnya lantaran sudah bisa bertahan lagi.
"Proses perbankan butuh pelonggaran, kalau tidak semakin banyak sertifikat aset pengusaha yang harus dilelang di bank," tutur Cucu.
Editor: Agus Warsudi