Jabar Bakal Bangun Pabrik Pengemasan Migor, Siap Pasok 1 Juta Liter Minyak Goreng Murah
"Kerja sama ini didasari komitmen jangka panjang kedua daerah untuk mengatasi persoalan minyak goreng yang kemarin sempat langka dan harganya mengalami lonjakan," ujarnya.
Kurnia Fajar menuturkan, pembangunan pabrik pengemasan minyak goreng dilatarbelakangi kondisi dimana pembelian minyak goreng komersil dari produsen dalam jumlah besar berhadapan dengan persoalan ketersediaan kemasan.
"Kapasitas pengemasan oleh produsen sudah penuh dan tinggi. Jadi, kalau Agro Jabar hendak menjual minyak goreng komersil ke masyarakat harus menyiapkan pengemasannya. Persoalan ini bisa teratasi jika kita sudah membangun pabrik pengemasan sendiri karena produsen sudah siap memasok berapapun," tutur Kurnia.
Seiring dengan proses pembangunan pabrik pengemasan minyak goreng, lanjut Kurnia, Agro Jabar dalam waktu dekat akan memulai penjualan minyak goreng komersil kemasan pada masyarakat menengah ke bawah yang dikoordinir Ketua RW melalui aplikasi.
"Harga minyak goreng kemasan komersil ini di bawah harga minyak goreng kemasan yang ada di pasaran. Tidak terlalu murah, tapi masih lebih murah dibanding yang lain. Aplikasinya tengah disiapkan sesuai permintaan Pak Gubernur," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengatakan, pihaknya dengan PT Agro Jabar terus mematangkan rencana pembangunan pabrik pengemasan minyak goreng tersebut.
"Pembangunan pabrik pengemasan minyak goreng ini bertujuan untuk mewujudkan ketahanan pangan di kedua wilayah," kata Dirut BUMN PT Food Station Tjipinang Jaya.
Editor: Agus Warsudi