Hujan Batu di Purwakarta, Kapolres: Kalau Ada Kelalaian Kita Proses Hukum
Dalam pertemuan itu, warga menuding PT MSS lalai dalam melakukan aktivitas penambangan batu. Namun hal itu dibantah perusahaan tersebut. Warga juga meminta agar rumah-rumah yang rusak segera diperbaiki.
Direktur Teknik PT MSS, Bambang Yudaka mengatakan, hujan batu yang menimpa perkampungan warga tersebut sebagai musibah. Dia juga membantah ada pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) blasting dalam peledakan batu.
“Kita sudah sesuai SOP. Yang kita tembak itu bukan lereng, tapi mungkin karena ini musm kemarau sehingga tanah atau batu di bawah lepas kena getaran,” katanya.
Terkait dugaan adanya kelalaian dalam blasting, Bambang mengatakan, hal itu harus menunggu kajian dari departemen pertambangan yang akan melakukan penelitian. “Kita tunggu hasil dari departemen pertambangan ya. Soal rumah warga, itu sudah pasti akan kita perbaiki nanti,” katanya.
Hujan batu besar dari Gunung Miun ke perkampungan warga ini terjadi, Selasa (8/10/2019) siang. Tujuh rumah warga dan sebuah madrasah rusak akibat tertimpa batu-batu besar. Dari ketujuh rumah itu, dua di antaranya rusak parah dan sebagian rumahnya rata dengan tanah.
Selain merusak rumah, hujan batu ini juga merusak jelan kampung dan menumbangkan sejumlah pohon.
Editor: Kastolani Marzuki