Habib Bahar: Intinya Cari-cari Kesalahan, Bahkan Saya Injak Semut Bisa Kena Pasal
Habib Bahar menyatakan, soal ceramah terkait kasus Habib Rizieq Shihab yang dipenjara seusai menggelar peringatan maulid nabi sebagai bentuk mencari-cari kesalahan. "Jadi di situ mencari-cari kesahalan intinya. Mencari kesalahan (Habib Rizieq), sama seperti (kasus) saya," ujarnya.
Pimpinan Ponpes Tajul Alawiyin Kemang Bogor ini kembali menceritakan tentang pengamalamnya kembali masuk penjara setelah dua hari bebas seusai mendapatkan program asimilasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Saat itu, Habib Bahar keluar dari Lapas Gunung Sindur.
Saat kembali ke Ponpes Tajul Alawiyin Kemang Bogor, Habib Bahar disambut ribuan santri dan para pendukungnya. Kemudian, malam itu pula Habib Bahar ceramah. Kebetulan saat itu sedang pemberlakuan sosial berskala besar (PSBB) pandemi Covid-19.
Gegara ceramah dan berkumpulnya ribuan massa itu, program asimilasi yang diterima Habib Bahar dibatalkan dan dituding menggelar ceramah provokatif. "Saya baru bebas asimilasi. Dua hari saya bebas. Saya nggak pernah nyuruh orang untuk datang. Saat itu lagi PSBB. Saya nggak nyuruh orang datang jemput saya. Ribuan orang jemput saya dan saya berceramah," tutur Habib Bahar.
Sebelum bebas dari Lapas Gunung Sindur, kata Habib Bahar, sempat menjalani sidang tim penilai pemasyarakatan (TPP). Saat itu, petugas lapas sempat meminta Habib Bahar untuk tidak ceramah sementara waktu.