Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ridwan Kamil Rekomendasikan Mudik Lewat Jalur Selatan Jabar, Alamnya Indah dan Tak Macet 
Advertisement . Scroll to see content

Geliat Pemulihan Ekonomi, Konsumsi Listrik Industri Tekstil di Jabar Tumbuh 11 Persen

Selasa, 19 April 2022 - 20:39:00 WIB
Geliat Pemulihan Ekonomi, Konsumsi Listrik Industri Tekstil di Jabar Tumbuh 11 Persen
Konsumsi listrik industri tektil kembali meningkat yang menandakan pemulihan ekonomi. (FOTO: ANTARA)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id -Konsumsi listrikindustri tekstil di Jawa Barat tercatat naik sebesar 11 persen atau mengalami pertumbuhan tertinggi sejak dua tahun terakhir. Konsumsi listrik sektor tekstil pada Januari-Maret 2022 tumbuh mencapai 11 persen atau sebesar 1,53 Terawatt Hour (TWh), dibandingkan periode sama 2021. 

Kenaikan ini tertinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada dua tahun berturut turut sebelumnya, yaitu, -4 persen atau sebesar 1,50 TWh di 2020 dan -8 persen pada 2021. Pada triwulan pertama 2021 tersebut, konsumsi listrik industri tekstil mencapai titik terendah yang hanya 1,38 TWh. 

“Meski pandemi Covid-19 belum sepenuhnya teratasi, industri tekstil mulai bangkit dan kembali menjadi salah satu sektor yang konsumsi listriknya tinggi. Berdasarkan data PLN UID Jabar, performa industri garmen, tekstil sepanjang triwulan 1 2022 ini berada di zona positif pertama kali selama pandemi," kata Manajer Layanan Prioritas PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Muhammad Ardian. 

Selain karena peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri 2022, PLN juga mencatat adanya kenaikan penggunaan listrik oleh beberapa pabrik tekstil yang mengalihkan sumber listriknya dari pembangkit sendiri ke listrik PLN melalui program insentif Captive Power.   

“Melalui program insentif Captive Power ini, beberapa pelanggan tekstil yang sebelumnya menggunakan pembangkit listrik miliknya sendiri, kini beralih menggunakan listrik PLN. Atas pengalihan tersebut, PLN memberikan diskon atau insentif tarif yang lebih kompetitif jika dibanding pelanggan harus mengoperasikan pembangkit listriknya,” ujarnya.     

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut