Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Angka Prevalensi Stunting di KBB Sudah di Bawah Persentase Nasional
Advertisement . Scroll to see content

Gegara Pandemi Covid-19, Pemkot Cimahi Akui Angka Stunting Naik 1,73 Persen

Senin, 31 Mei 2021 - 20:17:00 WIB
Gegara Pandemi Covid-19, Pemkot Cimahi Akui Angka Stunting Naik 1,73 Persen
Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyerahkan simbolis bantuan seribu paket telur dan ayam kepada warga, Senin (31/5/2021). (Foto: Pemkot Cimahi)
Advertisement . Scroll to see content

Biasanya, lanjut Ngatiyana, kasus stunting terjadi saat anak mulai berada dari dalam kandungan. Seperti karena kekurangan asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan bagi perkembangan janin. Biasanya dipicu karena faktor ekonomi dan kemiskinan keluarganya. 

"Pemerintah terus berupaya untuk memberikan bantuan kepada mereka, orang tua yang membutuhkan, dalam bentuk bahan makanan seperti telur dan ayam maupun ikan. Supaya anak-anak Cimahi ke depan terhindar dari stunting," ucapnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Pratiwi menjelaskan, stunting atau kerdil adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita). Penyebabnya kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada periode 1.000 hari pertama kehidupan yaitu mulai dari janin hingga anak usia 23 bulan.

“Apabila tidak ditangani serius, stunting selain dapat menghambat pertumbuhan fisik juga akan mempengaruhi perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktifitas anak,” ujarnya. 

Editor: Asep Supiandi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut