Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG: Tren Gempa Bumi 2021 Meningkat, Waspada Risiko Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Endapan Longsor Tsunami di Selat Sunda Diteliti 3 Negara, Ada Apa? 

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:47:00 WIB
Endapan Longsor Tsunami di Selat Sunda Diteliti 3 Negara, Ada Apa? 
Tim peneliti tiga negara melakukan penelitian endapan bencana longsor tsunami pulau Anak Krakatau. (Foto: Istimewa) 
Advertisement . Scroll to see content

Dia menjelaskan, penelitian ini menunjukkan deposit bawah laut yang besar dari longsor Anak Krakatau 2018 dan struktur internalnya, serta menunjukkan ukuran utuh dan cara bagaimana deposit tersebut diendapkan di dasar laut. Temuan ini telah dipublikasikan di jurnal prestisius Nature Communications  dalam sebuah paper berjudul: 

“Megablocks on the seafloor reveal that half of Anak Krakatau island collapsed into the sea to cause the 2018 Sunda Strait tsunami, Indonesia”. 

Tim juga terlibat dalam menganalisis citra dan foto satelit untuk mempelajari peristiwa longsor di atas permukaan laut. Dengan menganalisis citra satelit (terutama dari COSMO-SkyMed) dan foto, para ilmuwan dapat menjelaskan tingkat keruntuhan subaerial secara menyeluruh.

Dr Mirzam melanjutkan, tim menghitung bahwa separuh pulau runtuh, menunjukkan runtuhan yang jauh lebih luas atau besar daripada yang diperkirakan sebelumnya. Citra satelit juga menunjukkan pembebanan sisi barat daya Anak Krakatau dengan lava dan ejecta pada bulan-bulan sebelum longsor. Pada saat yang sama deformasi, patahan dan ventilasi gas ditemukan telah terjadi di pulau tersebut dan menggambarkan perkiraan area yang akan runtuh. Proses-proses ini mungkin juga pada akhirnya berkontribusi pada keruntuhan bagian sayap pada tahap selanjutnya.

"Berdasarkan kejadian ini, longsoran yang terjadi cukup besar (~0,214 km3) cukup untuk mengubur Kota London hingga setinggi Katedral St Paul. Blok-blok dari longsoran ini naik hingga 90 meter di atas dasar laut dan menempuh jarak 1.5 km dari Anak Krakatau," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut