Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG: Tren Gempa Bumi 2021 Meningkat, Waspada Risiko Tsunami
Advertisement . Scroll to see content

Endapan Longsor Tsunami di Selat Sunda Diteliti 3 Negara, Ada Apa? 

Selasa, 18 Mei 2021 - 17:47:00 WIB
Endapan Longsor Tsunami di Selat Sunda Diteliti 3 Negara, Ada Apa? 
Tim peneliti tiga negara melakukan penelitian endapan bencana longsor tsunami pulau Anak Krakatau. (Foto: Istimewa) 
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Endapan bencana longsor tsunami pulau Anak Krakatau diteliti tim peneliti tiga negara. Ketiga negara yang terlibat penelitian dari Indonesia, Amerika dan Inggris ini ingin mendapatkan gambaran lebih baik untuk mitigasi bencana tsunami di kawasan tersebut.

Dari Indonesia, tim terdiri atas Peneliti dan Volkanolog ITB Dr Mirzam Abdurrachman dengan tim peneiliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Kolaborasi para ilmuwan tersebut dilakukan dalam rangka mempelajari endapan bencana longsor tsunami pulau vulkanik Anak Krakatau segera setelah kejadian dengan menggunakan peralatan akustik modern. 

Tim yang diketuai oleh Dr. James Hunt dari National Oceanography Center (NOC) itu telah menghasilkan hasil survei lautan pertama dari longsor 22 Desember 2018 di Anak Krakatau, di Indonesia, yang menciptakan  tsunami senyap mematikan yang melanda pesisir selatan Sumatera dan Barat Jawa.

"Pada Agustus 2019, tim multinasional lintas disiplin ini memetakan dasar laut di kaldera Krakatau. Survei menggunakan sonar untuk memetakan permukaan dasar laut, sedangkan metode refleksi seismik digunakan untuk melihat ke bawah dasar laut," ujar Dr. Mirzam Abdurrachman dalam siaran persnya, Selasa (18/5/2021).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut